Postingan

TRAGEDI MARSINAH

Tragedi Marsinah: Sebuah Kasus Pembunuhan yang Belum Terpecahkan Oleh: Hesti Ainun Azhar Marsinah, seorang aktivis buruh yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja di pabrik tempatnya bekerja, ditemukan tewas pada tanggal 8 Mei 1993 di hutan di daerah Nganjuk, Jawa Timur. Kasus pembunuhan Marsinah menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah perburuhan di Indonesia. Marsinah adalah seorang pekerja pabrik yang bekerja di PT. Catur Putra Surya, sebuah perusahaan yang memproduksi jam tangan. Ia dikenal sebagai aktivis yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk upah yang lebih baik dan kondisi kerja yang lebih aman. Pada bulan April 1993, Marsinah memimpin aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja. Aksi tersebut mendapat perhatian dari manajemen perusahaan dan aparat keamanan. Namun, pada tanggal 5 Mei 1993, Marsinah diculik oleh sekelompok orang yang diduga terkait dengan aparat keamanan. Ia kemudian ditemukan tewas pada tanggal 8 Mei 1...

SEJARAH PEREMPUAN YANG TERLUPAKAN

Sejarah Perempuan Indonesia yang Terlupakan: Mengungkap Kisah-Kisah yang Hilang Oleh: Hesti Ainun Azhar Sejarah Indonesia telah lama didominasi oleh narasi laki-laki, sementara kontribusi dan peran perempuan sering kali diabaikan atau dilupakan. Namun, di balik tirai sejarah, terdapat banyak kisah perempuan Indonesia yang luar biasa dan berpengaruh dalam membentuk bangsa dan negara ini. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap beberapa kisah perempuan Indonesia yang terlupakan dan mengapa penting untuk mengingatnya. Salah satu contoh perempuan Indonesia yang terlupakan adalah Cut Nyak Dhien, seorang pahlawan nasional yang berperan penting dalam Perang Aceh melawan Belanda. Cut Nyak Dhien adalah seorang pemimpin perang yang tangguh dan cerdas, yang terus melawan penjajahan Belanda hingga akhir hayatnya. Meskipun Cut Nyak Dhien telah diakui sebagai pahlawan nasional, namun kisahnya masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Perempuan lain yang terlupakan adalah RA Kartini, seorang...

HARI PENDIDIKAN

Hari Pendidikan dan Perempuan: Pilar Masa Depan Bangsa Oleh: Hesti Ainun Azhar   Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei bukan hanya menjadi momen refleksi atas sejarah pendidikan di Indonesia, tetapi juga momentum untuk melihat tantangan dan peluang masa depan, terutama peran perempuan dalam pendidikan. Dalam konteks Indonesia, pendidikan dan perempuan adalah dua pilar penting yang saling berkaitan erat. Keduanya memiliki potensi besar untuk membawa perubahan sosial yang signifikan. Namun, hingga hari ini, peran perempuan dalam pendidikan masih belum mendapatkan perhatian yang sepenuhnya layak. Perempuan: Subjek dan Agen Pendidikan Perempuan memainkan dua peran penting dalam dunia pendidikan: sebagai subjek yang berhak mendapatkan pendidikan dan sebagai agen yang menyebarkan nilai-nilai pendidikan dalam keluarga dan masyarakat. Ketika perempuan mendapatkan akses pendidikan yang baik, bukan hanya kehidupannya yang berubah, tetapi juga kehidupan anak-anaknya, ...

HARI BURUH

Hari Buruh dan Perempuan: Menggugat Ketimpangan, Merayakan Perjuangan Oleh: Hesti Ainun Azhar Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional—sebuah momen penting untuk mengenang perjuangan kelas pekerja dalam menuntut hak-haknya. Namun, dalam peringatan ini, sering kali kita lupa akan satu kelompok yang memainkan peran krusial di dunia kerja namun masih mengalami diskriminasi berlapis: perempuan. Perempuan telah lama menjadi bagian dari dunia kerja, baik di sektor formal maupun informal. Mereka bekerja sebagai buruh pabrik, tenaga kebersihan, guru, perawat, pekerja rumah tangga, petani, pedagang kaki lima, hingga profesional di kantor-kantor elit. Namun, kontribusi besar perempuan tidak selalu dibarengi dengan penghargaan yang layak. Ketimpangan upah, kekerasan berbasis gender, diskriminasi kesempatan kerja, serta beban ganda di rumah adalah realitas yang masih dihadapi jutaan perempuan pekerja di Indonesia maupun dunia. Upah yang Tidak Setara Isu paling nyata yang t...

MINDSET

Mindset : Kunci Kesuksesan atau Penghalang Terbesar Oleh: Hesti Ainun Azhar  Dalam perjalanan hidup, tidak ada faktor yang lebih menentukan arah dan hasil seseorang selain mindset . Mindset , atau pola pikir, adalah cara kita memandang diri sendiri, dunia di sekitar kita, serta tantangan yang kita hadapi. Konsep ini menjadi populer berkat penelitian Carol Dweck , seorang profesor psikologi dari Stanford University , yang memperkenalkan istilah fixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir berkembang). Namun lebih dari sekadar teori, mindset terbukti membentuk setiap aspek kehidupan kita—dari pendidikan, karier, hubungan sosial, hingga kesehatan mental. Pada dasarnya, fixed mindset adalah kepercayaan bahwa kemampuan seseorang adalah sesuatu yang statis dan tidak dapat diubah. Orang dengan pola pikir ini sering kali menghindari tantangan, mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, dan merasa terancam oleh kesuksesan orang lain. Sebaliknya, growth mindset adalah...

PELECEHAN SEKSUAL

Pelecehan Terhadap Laki-laki: Realita yang Sering Terabaikan Oleh: Hesti Ainun Azhar Selama bertahun-tahun, pembahasan mengenai pelecehan seksual dan kekerasan berbasis gender cenderung fokus pada perempuan sebagai korban. Memang benar bahwa perempuan mengalami tingkat pelecehan yang tinggi secara global, namun dalam narasi yang luas ini, satu fakta penting sering kali terabaikan: laki-laki juga bisa menjadi korban pelecehan, dan hal ini terjadi lebih sering daripada yang disadari masyarakat. Sayangnya, karena stigma sosial, stereotip gender, dan kurangnya pemahaman, pelecehan terhadap laki-laki masih menjadi topik yang tabu dan seringkali tidak ditanggapi dengan serius. Pelecehan terhadap laki-laki bisa terjadi dalam berbagai bentuk seperti verbal, fisik, emosional, hingga seksual. Korbannya bisa berasal dari berbagai latar belakang usia, pekerjaan, dan status sosial. Namun, banyak dari mereka memilih diam karena takut dianggap lemah, tidak jantan, atau bahkan ditertawakan. Inilah sal...

BULLYING

CATCALLING

Catcalling: Bentuk Pelecehan yang Masih Dianggap Sepele Oleh: Hesti Ainun Azhar  Catcalling, atau sering disebut juga sebagai pelecehan verbal di ruang publik, adalah tindakan yang kerap terjadi dan masih dianggap remeh oleh sebagian masyarakat. Biasanya, bentuknya berupa siulan, komentar seksual, atau panggilan bernada menggoda kepada seseorang—terutama perempuan—yang sedang berada di tempat umum. Meski sering dibungkus dengan dalih “pujian” atau “candaan”, pada kenyataannya, catcalling adalah bentuk pelecehan yang nyata dan berdampak besar terhadap kenyamanan serta rasa aman korban. Salah satu hal yang membuat catcalling sulit diberantas adalah anggapan bahwa tindakan ini tidak berbahaya. Banyak pelaku yang merasa tidak melakukan kesalahan karena mereka “hanya bersiul” atau “sekadar mengagumi”. Padahal, efek psikologis dari tindakan ini dapat sangat merugikan korban. Rasa takut, cemas, tidak nyaman, hingga trauma sering dialami oleh korban catcalling, terutama jika hal itu terjad...

REFLEKSI HARI KARTINI (21 April 2025)

Refleksi Hari Kartini: Melanjutkan Perjuangan dalam Bingkai Zaman Oleh: Hesti Ainun Azhar Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan dan kesetaraan sosial. Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga representasi dari semangat perubahan, keberanian berpikir kritis, dan tekad untuk membuka cakrawala perempuan Indonesia di tengah budaya patriarki yang saat itu begitu kuat mencengkeram. Kartini hidup pada masa di mana akses perempuan terhadap pendidikan sangat terbatas. Perempuan dianggap cukup hanya menjadi istri dan ibu rumah tangga, tanpa diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri secara intelektual maupun sosial. Namun melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan dalam karya Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menyuarakan kegelisahan dan cita-citanya agar perempuan mendapat hak yang sama untuk belajar, berpiki...

CARA MENCAPAI KEBAHAGIAAN INTELEKTUAL

Pada tulisan sebelumnya kita sudah mengetahui bentuk-bentuk kebahagiaan. Dimana menurut Ibn Sina puncak kebahagiaan itu terdapat pada kebahagiaan intelektual.  Kebahagiaan intelektual dapat terwujudnya ketika jiwa manusia dapat menangkap dan memahami objek-objek akal secara sempurna. Cara untuk mencapai kebahagiaan intelektual yaitu dengan cara "penyucian jiwa". Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menyucikan jiwa, pertama secara teoritis dan kedua secara praktis. Keduanya harus saling di padu-padankan, sehingga jiwa akan segera mendapatkan cahaya pencerahan dan mencapai puncak dari kebahagiaan sejati.  Syarat utama agar kita dapat memperoleh kebahagiaan tertinggi nan sejati yaitu dengan kesempurnaan ilmu dan amal. Jiwa yang telah disucikan akan nampak dalam dirinya tiga sifat, yaitu: - Pertama, sifat moderat dalam bertindak ('iffah). - Kedua, sifat berani (syaja'ah). - Ketiga, sifat bijaksana (hikmah). Kebahagiaan sejati hanya akan dimiliki oleh manusia yang memil...